ICT (Information and Communication Technology) jika diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi, merupakan suatu istilah yang berupa keseluruhan peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. Istilah ini ramai digunakan saat ini karena zaman yang semakin hari, semakin tak dapat diceraikan oleh yang disebut dengan teknologi. Karena, dengan teknologi kita semua dapat berkomunikasi dan juga mendapatkan informasi. Oleh karena itu, penguasaan akan ICT ini dipastikan dibutuhkan saat ini dan mendatang.
Hampir seluruh masyarakat di Indonesia, sudah sadar akan teknologi. Walaupun penggunaan akan teknologinya masih lebih berfokus pada social media. Namun ini membuktikan bahwa pemanfaatan ICT sendiri saat ini sudah terbilang baik. Pengembangan teknologi setiap saatnya, semakin mempermudah masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi. Dengan pemanfaatan ICT di sektor perekonomian, sekarang e-commerce (online shop dan online store)dapat dikunjungi secara mudah oleh semua kalangan. Lalu pemanfaatan ICT di sektor pendidikan, memunculkan istilah e-learning, e-book, e-library, juga pemanfaatan ICT pada sektor indurstri. Selain itu, mulai masuknya komputer dan internet dalam kurikulum sekolah – sekolah dasar hingga atas, menunjukkan juga akan pemanfaatan ICT dibidang pendidikan.
Penerapan ICT dalam Perusahaan
Penerapan ICT banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan.
MANFAAT ICT
Perkembangan di bidang ITC dari masa ke masa sangat pesat dan perannya dalam kehidupan manusia dapat dirasakan dalam berbagai bidang kegiatan kehidupan manusia, baik secara individu ataupun kelompok (organisasi atau perusahaan).
ITC dalam Industri dan Manufaktur
Dalam bidang industri, komputer digunakan pada proses perencanaan sebuah produk baru melalui program desain, seperti Computer Aided Design (CAD). Gunanya, agar produk yang diinginkan dapat dirancang secara cepat, mudah, dan memiliki ketepatan tinggi. Sebagai contoh, untuk menggambar bentuk desain mobil dibutuhkan waktu yang lama dan relatif sulit apabila dilakukan secara manual. Akan tetapi, dengan program CAD (misalnya, AutoCad) semua itu dapat teratasi. Bahkan, program ini dapat menggambarkan bentuk nyata sebuah desain mobil dilihat dari berbagai sudut (3 dimensi).
Pada tahap produksi, digunakan robot yang dikendalikan oleh komputer dengan program Computer Numerical Control (CNC) dan Computer Aided Manufacture (CAM). Bahkan, ujicoba ketahanan kendaraan dapat dilakukan dan disimulasikan dengan komputcr.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran ITC dalam bidang industri dan manufaktur sangat besar, di antaranya adalah sebagai berikut :
a. Sebagai alat bantu untuk merancang produk baru secara cepat, mudah, dan tepat (akurat).
b. Proses produksi dapat dilakukan dengan sesedikit mungkin tenaga manusia sehingga mengurangi resiko fisik yang dapat dialami oleh manusia.
Pemanfaatan ICT dalam Sektor Industri Pertanian
Dengan Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat saat ini , kita dapat memanfaaatkan ICT hampir kedalam semua aspek kehidupan manusia, termasuk juga dalam bidang industry seperti bidang pendidikan, perbankan, kedokteran, pertanian, dan lain sebagainya.
Saat ini dalam dalam industry pertanian manfaat penggunaan ICT pun sangat dirasakan, seperti penerapannya dalam E- Agriculture… E-Agriculture melibatkan konseptualisasi, desain, pengembangan, evaluasi dan penerapan cara-cara inovatif untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) pada domain pedesaan, dengan fokus utama pada pertanian.Contoh penggunaan atau penerapan ICT pada sektor pertaniann yaitu untuk tingkat pengembangan suatu perusahaan pengolahan hasil panen, bantuan ICT sangat berpengaruh pada proses kegiatan perusahaan tersebut seperti meliputi proses produksi dan pemasaran.
Di Indonesia kita mengetahui sebenarnya sektor pertanian mempunyai prospek yang cerah dikarenakan tanah Indonesia yang luas, subur dan beriklim tropis yang memudahkan dalam hal pertanian. Manfaat ayng didapatkan dari pengembangan industri pertanian di Indonesia juga banyak tidak hanya terhadap penyerapan tenaga kerja, tetapi juga sebagai penghasil bahan pangan, pendorong munculnya industri lain, pendorong munculnya kesempatan berusaha di kegiatan yang lain, dan penghasil devisa yang relatif besar.
Namun dalam perjalanannya, sektor industri pertanian mengalami sejumlah masalah, yang dikarenakan semakin menyempitnya lahan untuk pertanian, semakin terbatasnya modal untuk usaha, kurangnya pemanfaatan teknologi informasi dan sulitnya melakukan pemasaran. Hal – hal tersebut mengakibatkan hasil yang didapat dari sektor industrs pertanian tidak seperti yang diharapkan/ ditargetkan sebelumnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah berusaha memanfaatkan ICT untuk mempercepat pembangungan dalam sector pertanian. Pemanfaatan ICT dalam sector pertanian inilah yang sering kita sebut sebagai e-Agriculture atau e-Agribusiness.
Manfaat ICT untuk Pembangunan
Dua kondisi akan membantu negara berkembang mengeksploitasi potensi TIK untuk pertumbuhan sosial dan ekonomi. Yang pertama adalah ketersediaan infrastruktur informasi nasional. Yang kedua adalah kemampuan untuk menciptakan dan mendorong lingkungan yang mendukung. Ini artinya membangun aplikasi dan konten untuk memanfaatkan inftrastruktur sesuai dengan kebutuhan lokal. Aplikasi ini misalnya adalah aplikasi kebutuhan harian, aplikasi komunitas, aplikasi pendidikan dan aplikasi produktif. TIK dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang sangat besar kepada banyak pihak bila strategi TIK yang tepat diimplementasikan. Pertimbangan utama dalam desain dan implementasi strategi TIK mencakup memproduksi dan memanfaatkan TIK untuk kepentingan sosial dan ekonomi, mengembangkan sumber daya manusia untuk dapat mengimplementasikan strategi secara efektif, mengelola inovasi iptek di bidang TIK demi pengembangan yang berkelanjutan, memperbaiki akses ke jaringan TIK, mempromosikan dan mendanai investasi TIK, menciptakan dan mengakses pengetahuan iptek, memonitor dan mempengaruhi aturan internasional.
Sumber :






